Friday, December 30, 2011

kagumku

Allah, aku mengagumi dia. Namun kagumku padanya tidak melebihi kagumku kepada-Mu Allah. Bahkan kekagumanku kepadanya menyebabkan aku lebih mengagumi-Mu Allah. Sesungguhnya Kau Maha Bijaksana yang mampu menciptakan ilham untuknya menulis bait-bait kata yang menenggelamkan aku dalam lautan seribu rasa. Pertemuan tanpa sua muka antara aku dan dia mengigatkan aku pada kebesaranMu Allah. Allah kau peliharalah dia dan makbulkanlah doanya. Amin.

Kersani dan kasturi. Kita bertemu tapi tak bersua muka.
Rindu! Bicara rindu tidak pernah lekang dari bibir. Rindu benar pada keluarga di kampung. Apa khabar kalian di sana? Sekalipun teknologi bisa menghubungkan kita namun aku tetap rindu. Rindu bermesra dengan kaum keluarga.

Rindu! Tempat jatuh lagi dikenang ini kan pula tempat aku terhumban terlentang. Tempat lahirnya seorang aku sehingga menjadi seperti sekarang. Rindu, rindu, rindu.

Rindu! Aku menghitung hari untuk pulang. 

Wednesday, December 28, 2011

bintang dan tangan

Ingin ku gapai bintang di langit. Tapi sayang tangan tak sampai.

Dia bintang dan aku tangan. Bintang jauh di langit kelabu yang ingin dicapai banyak tangan. Sedangkan aku cuma tangan biasa yang terlindung dibalik banyak tangan itu. Aku tangan tanpa keistimewaan yang mampu menggoda bintang untuk kemari kearahku. Biarlah aku menjadi pemuja gelapmu bintang. Andai suatu hari tangan ini mampu menggapaimu, itu bermakna jodoh bintang dan tangan memang sudah ditakdirkan.   

Sunday, December 4, 2011

samar

Dalam kesamaran aku mencari yang pasti! Namun hingga ke saat ini aku masih teraba-raba bagaikan si buta kehilangan tongkatnya. Tetapi apa yang pasti, aku adalah manusia celik yang masih buntu mencari jawapan kepada persoalan yang pastinya menunggu untuk dijawab oleh aku!

Aku perlukan kekuatan untuk meneruskan pencarian ini. Semoga saja aku mampu untuk terus bertahan demi memenuhi dambaan ilmu yang sekian lama aku inginkan.

dan kini aku sedar, aku perlu terus BERJUANG!